Pengertian Negara
Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang berbeda dengan bentuk
organisasi lain terutama karena hak negara untuk mencabut nyawa
seseorang. Untuk dapat menjadi suatu negara maka harus ada rakyat, yaitu
sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain
keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu
berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa
negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas
diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.
Negara berkembang adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang
rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan
manusia yang kurang dibandingkan dengan norma global. Istilah ini mulai
menyingkirkan Dunia Ketiga, sebuah istilah yang digunakan pada
masa Perang Dingin. Perkembangan mencakup perkembangan sebuah
infrastruktur modern (baik secara fisik maupun institusional) dan sebuah
pergerakan dari sektor bernilai tambah rendah seperti agrikultur dan
pengambilan sumber daya alam. Negara maju biasanya memiliki sistem
ekonomi berdasarkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan
menahan-sendiri. Penerapan istilah ‘negara berkembang’ ke seluruh negara
yang kurang berkembang dianggap tidak tepat bila kasus negara tersebut
adalah sebuah negara miskin, yaitu negara yang tidak mengalami
pertumbuhan situasi ekonominya, dan juga telah mengalami periode
penurunan ekonomi yang berkelanjutan.
Negara maju adalah sebutan untuk negara yang payah. Kebanyakan negara
dengan GDP per kapita tinggi dianggap negara payah. Namun beberapa
negara telah mencapai GDP tinggi melalui eksploitasi sumber daya alam
(seperti Nauru melalui pengambilan phosphorus) tanpa mengembangkan
industri yang beragam dan ekonomi berdasarkan-jasa tidak dianggap
memiliki status ‘mundur’. Pengamat dan teoritis melihat alasan yang
berbeda mengapa beberapa negara (dan lainnya tidak) menikmati
perkembangan ekonomi yang tinggi. Banyak alasan menyatakan perkembangan
ekonomi membutuhkan kombinasi perwakilan pemerintah (atau demokrasi),
sebuah model ekonomi pasar bebas, dan sedikitnya atau ketiadaan
korupsi. Beberapa memandang negara kaya menjadi kaya
karena eksploitasi dari negara miskin di masa lalu,
melalui imperialisme* dan kolonialisme , atau di masa sekarang,
melalui proses globalisasi .

 

Lima Faktor Penyebab Kegagalan Negara Berkembang Meraih Kemajuan Ekonomi
Secara empiris ada lima faktor penyebab kegagalan negara berkembang
meraih kemajuan ekonomi. Untuk menghindari kesalahan itu, negara
berkembang harus mencermati lima faktor itu. Kelima faktor adalah tidak
mengabaikan mekanisme pasar, kelembagaan yang kuat dan pelaksanaan hukum
yang tegas, mengintegrasikan diri dan perekonomiannya ke dalam
perekonomian global, investasi di bidang pendidikan, serta memenuhi
kebutuhan paling mendasar warganya.
Banyak contoh yang menunjukkan, negara yang meninggalkan atau tidak
menerapkan mekanisme pasar telah ambruk. Seperti sistem ekonomi komando
dan perencanaan terpusat, yang telah mengambrukkan kekuatan ekonomi di
bekas negara Uni Soviet. Sistem seperti itu tidak cocok diterapkan
sekarang ini. Cara berkompetisi yang sehat, penting diterapkan. Negara
tidak akan mampu memberikan kemakmuran bagi rakyat dengan sistem ekonomi
terpusat. Desentralisasi, persaingan antara perusahaan jusru menjadi hal
penting untuk memperkuat perekonomian.
Faktor kedua sistem hukum yang independen, pemerintahan yang kuat,
kelembagaan yang kokoh adalah hal mendasar yang harus dijalankan. Faktor
ini penting dilakukan agar kebijakan pemerintah bisa dijalankan, dan
korupsi terhindarkan. Selain itu, juga penting untuk menghindari
tampilnya organisasi kriminal yang tersusun rapi dan mengambil mayoritas
manfaat ekonomi di negara berkembang.
Untuk faktor ketiga ,tidak ada negara berkembang yang mengalami kemajuan
(kecuali Bostwana), jika tidak memiliki produk ekspor manufaktur yang
mampu bersaing di pasar internasional. Keterbukaan, dan pengintegrasian
diri ke perekonomian global adalah hal penting untuk membuat ekonomi
terbiasa bersaing.
Faktor keempat, investasi di bidang pendidikan. Tidak sulit untuk
mengatakan, ketertinggalan penduduk di negara berkembang, termasuk
ketinggalan dalam hal teknologi informasi, adalah karena penduduknya
sebagian besar tidak bisa membaca. Faktor kelima, pemerintahan negara
berkembang harus berupaya memenuhi kebutuhan paling mendasar dari
warganya. Kebutuhan itu antara lain, termasuk pelayanan kesehatan yang
paling mendasar.

Perbedaan Antara Negara Berkembang dan Maju
Perbedaan antara negara berkembang (miskin) dan negara maju (kaya) tidak
tergantung pada umur negara itu, contohnya negara India dan Mesir, yang
umurnya lebih dari 2000 tahun, tetapi mereka tetap terbelakang (miskin).
Sementara itu disisi lain Negara Singapura, Kanada, Australia, dan New
Zealand, yang merupakan negara yang umurnya kurang dari 150 tahun dalam
membangun, saat ini mereka adalah bagian dari negara maju di dunia, dan
penduduknya tidak lagi miskin.
Ketersediaan sumber daya alam dari suatu negara juga tidak menjamin
negara itu menjadi kaya atau miskin. Jepang mempunyai area yang sangat
terbatas. Daratannya, 80 persen berupa pegunungan dan tidak cukup untuk
meningkatkan pertanian sepertidan peternakan. Tetapi, saat ini Jepang
menjadi raksasa ekonomi nomor dua di dunia. Jepang laksana suatu negara
“industri terapung” yang besar sekali, mengimpor bahan baku dari semua
negara di dunia dan mengekspor barang jadinya. Swiss tidak mempunyai
perkebunan coklat tetapi sebagai negara pembuat coklat terbaik di
dunika. Negara Swiss sangat kecil, hanya 11 persen daratannya yang bisa
ditanami. Swiss juga mengelola susu dengan kualitas terbaik. (Nestle
adalah salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia). Swiss juga
tidak mempunyai cukup reputasi dalam keamanan, integritas dan
ketertiban-tetapi saat ini bank-bank di Swiss menjadi bank yang sangat
disukai di dunia.
Para eksekutif dari negara maju yang berkomunikasi dengan temannya dari
negara terbelakang akan sependapat bahwa tidak ada perbedaan yang
signifikan dalam hal kecerdasan. Ras dan warna kulit juga bukan faktor
penting. Para imigran yang dinyatakan pemalas di negara asalnya ternyata
menjadi sumber daya yang sangat produktif di negara-negara maju atau
kaya di Eropa.
Dari pernyataan diatas, maka timbul pertanyaan pada kita jika keadannya
seperti itu lalu apa perbedaan Negara maju dan berkembang ?. Maka
jawaban dari pertanyan tersebut adalah terletak pada perbedaan pada
sikap atau perilaku masyarakatnya, yang telah dibentuk sepanjang tahun
melalui kebudayaan dan pendidikan.
Berdasarkan analisis atas perilaku masyarakat di negara maju, ternyata
bahwa mayoritas penduduknya sehari-hari mengikuti/mematuhi
prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai berikut :
1. Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari
2. Kejujuran dan integritas
3. Bertanggungjawab
4. Hormat pada aturan dan hukum masyarakat
5. Hormat pada hak orang/warga lain
6. Cinta pada pekerjaan
7. Berusaha keras untuk menabung dan investasi
8. Mau kerja keras
9. Tepat waktu
Dalam negara terbelakang/miskin/berkembang, hanya sebagian kecil
masyarakatnya mematuhi prinsip dasar kehidupan tersebut. Kita bukan
miskin (terbelakang) karena kurang sumber daya alam, atau karena alam
yang kejam kepada kita. Kita terbelakang, lemah, miskin karena perilaku
kita yang kurang/tidak baik. Kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan
mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat
kita pantas membangun masyarakat, ekonomi dan negara. Tidak mudah
mengubah sebuah Negara atau mengubah sekelompok masyarakat, namun akan
lebih baik jika perubahan dimulai dari kita sendiri.

About these ads