Kekerasan sepertinya memang sudah menjadi tradisi dikalangan pelajar, padahal biasanya kekerasan di antara pelajar tersebut disebabkan kerap dipicu oleh masahah sepele seperti saling ejek. Hal itulah yang membuat saya tidak habis pikir, apa jalan berfikir pelajar saat ini hanya sampai sejauh itu, hanya karena masalah sepele mereka sampai harus saling berkelahi satu sama lain, bukan saling membantu untuk kesejahtraan bangsa dimasa depan.

Tidak hanya terjadi di kalangan siswa sekolah menengah atas, kekerasan pun masih sering terjadi di kalangan mahasiswa, mulai dari aksi demonstrasi dengan anarkisme, tawuran antar perguruan tinggi, bahkan tawuran dengan masyarakat sekitar kampus perguruan tinggi mereka, segala tindak anarkisme yang terjadi di kalangan siswa dan mahasiswa harusnya bisa dihindari dengan tindakan tegas dari sekolah/perguruan tinggi tempat mereka menuntut ilmu, hukuman dan peraturan yang tegas,juga dukungan dari aparat berwenang dengan memproses pelaku kekerasan kepada jalur hukum yang berlaku bisa mengurangi bahkan menghilangkan anarkisme dan kekerasan di dalam siswa dan mahasiswa.

Yang lebih membuat hati saya merasa miris, ternyata bukan hanya sampai pada tingkatan pelajar saja kekerasan dan tawuran itu berlangsung, bahkan sampai jenjang diatasnya, para mahasiswa pun sering terlibat kekerasan, seperti saat sedang berdemo atau melakukan orasi-orasi, dengan dalih “untuk kemajuan bangsa”, yaah rasanya alasan ini memang lebih baik daripada hanya karena masalah saling ejek . Tapi tetap saja aksi ini tidak bisa dibenarkan, apa kita tidak bisa berdemo dengan baik-baik, atau berorasi dengan tertib. Tanpa mengganggu stabilitas dan keamanan masyarakat, karena itu adalah harapan kita bersama, agar bisa tinggal di Indonesia dengan rasa aman, tentram dan damai.